Fakta Menarik Grand Mercure Lampung, Proyek Gedung Pencakar Langit Pertama di Lampung

BANDAR LAMPUNG (sscilampung.com) : Grand Mercure Lampung (sementara nama proyeknya demikian), megaproyek gedung pencakar langit pertama di Lampung ini sudah dimulai sejak akhir 2012. Sudah tujuh tahun berjalan, jadi waktu yang tidak sebentar. Saat ini proyek sedang berjalan sedikit lambat dikarenakan pengaruh pandemi COVID-19 di tahun 2020 ini.

Banyak netizen di SSCI Lampung menyebut megaproyek ini sebagai artis, Burj Khalifa-nya Lampung, atau bahkan ada yang menyebut Lampung Kingdom Tower, sangking tingginya proyek ini.

Ya, proyek ini memang tidak main-main. SSCI Lampung akan memberikan beberapa informasi dan fakta menarik mengenai megaproyek paling prestisius di Lampung ini:

Tingginya hampir 200 meter, bakal calon hotel tertinggi di luar Jawa

Gedung pencakar langit ini digadang-gadang bakal menjadi ikon baru sebagai bangunan hotel tertinggi Sumatera bahkan di luar Pulau Jawa.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Kusuma Contractors (WKC), dengan arsitek dari PT Duta Cermat Mandiri (DCM), dan konsultan struktur oleh Davy Sukamta & Partners.

Dilansir dari situs The Skyscraper Center, rencana ketinggiannya mencapai 196,5 m, atau 645 kaki. Di mana gedung tersebut terdiri dari 36 lantai, 8 lantai mezzanine, 4 lantai basement, dengan total kurang lebih 290 unit kamar, dan total luas bangunannya kurang lebih 85.786 m2. Menariknya di lantai-lantai dasar yang digunakan sebagai mal, tinggi floor to ceiling-nya mencapai 8 meter.

Sumber : The Skyscraper Center

Lamanya Pembangunan Fondasi & Lantai Basement

Faktanya sejak dimulainya proyek ini akhir tahun 2012 lalu; proses penggalian, dan pembangunan fondasi tiang pancang proyek ini memakan waktu bertahun-tahun, hingga selesai di akhir tahun 2017.

Kira-kira ada yang tahu mengapa bisa memakan waktu yang lama? Padahal seharusnya megaproyek gedung pencakar langit sejenis di kota metropolitan lainnya tidak sampai selama ini.

Saat press conference Gala Dinner New Year Party 2020 Novotel Lampung; SSCI Lampung sempat menanyakan hal tersebut kepada salah satu mantan penanggungjawab proyek, dan Mantan GM Novotel Lampung (2013 – awal Februari 2020), Bapak Lalu Aswadi Jaya.

Menurutnya, pengerjaan 4 lantai basement serta fondasi yang dikerjakan oleh PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) memakan waktu lebih, dikarenakan kerasnya tanah saat digali yang sebagian besar terdapat batuan cadas.

Dokumentasi PT Wijaya Kusuma Contractors – 2017

Fasilitasnya akan berbeda dengan yang sudah ada di Lampung

Fasilitas yang ditawarkan bakal berbeda dengan hotel maupun mal yang sudah ada di Bandar Lampung. Sementara ini, nama mal maupun hotelnya masih didiskusikan. Nantinya di hotel tersebut bakal mempunyai tipe kamar eksklusif yang belum pernah ada sebelumnya di Lampung.

Kemudian akan hadir juga ballroom yang unik dengan glass-partition, serta pemandangan laut dan kota yang menakjubkan. Sementara untuk malnya sendiri akan diisi oleh 50 tenant branded, baik FnB, fashion, entertainment, dll.

List anchor tenant maupun tenant lainnya masih didiskusikan, namun sebisa mungkin menghadirkan tenant yang belum ada di Lampung. Tentunya masih banyak fasilitas lainnya yang belum bisa dipublikasikan, yang pastinya akan menjadi kejutan menarik.

Rencana operasional diundur akibat Pandemi Virus COVID-19

Per awal Juni 2020, progres megaproyek ini sudah sampai lantai 31 menuju ke lantai 32, sehingga saat ini hanya menyisakan beberapa lantai lagi.

Awalnya rencana topping off atau penutuan atap struktur dilakukan pada bulan Mei 2020 lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pengerjaan interior bangunan. Namun dikarenakan adanya pandemi virus Covid-19, sehingga pada 10 April 2020 lalu, pekerjaan megaproyek ini sempat dihentikan sementara.

Apalagi saat ini Bandar Lampung masuk zona merah COVID-19, jadi waktu penyelesaiannya kemungkinan besar akan diundur kembali. Sehingga gedung ini masih belum melakukan topping-off.

Pada minggu ini, megaproyek ini akhirnya kembali dilanjutkan. Walaupun harus menghadapi pandemi Covid-19; dan target penyelesaian diundur; namun optimisme untuk bisa melihat terwujudnya gedung ini tetap ada, khususnya bagi para pencinta arsitektur maupun gedung tinggi (skyscraper).