Bandara Radin Inten II Belum Memenuhi Syarat Menjadi Embarkasi Haji Penuh 2020

LAMPUNG SELATAN (sscilampung.com) : Bandara Internasional Radin Inten II dipastikan akan tetap menjadi bandara embarkasi haji antara di tahun 2020 ini. Artinya para jamaah haji asal Lampung yang hendak menunaikan ibadah haji tahun ini akan tetap melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang terlebih dahulu agar bisa terbang menuju ke Tanah Suci. Hal ini dipastikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Lampung, M. Ansori F. Citra. Dilansir dari situs kupastuntas.co, alasan Bandara Radin Inten II belum bisa menjadi bandara embarkasi haji penuh tahun ini, dikarenakan masih belum tersedianya Instrument Landing System (ILS), seperti yang disyaratkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Instrument Landing System (ILS) adalah alat bantu pendaratan pesawat yang memberikan informasi sudut pendaratan dan center line runway kepada pilot yang akan mendaratkan pesawatnya di landasan melalui saluran radio, agar pesawat dapat mendarat dengan aman meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi di antaranya izin prinsip dari General Authority Of Civil Aviation Saudi Arabia (GACA), dan dokumen Hazard, Identification and Risk Assessment (HIRA) sebagai proses identifikasi dan pengendalian resiko. Syarat itu harus dipenuhi ketika bandara akan dilintasi pesawat besar jenis Airbus A330. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo saat coffee morning di Gudang CFS (Container Freight Station) Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Senin (9/3/2020).

Ada beberapa ketentuan lainnya yang perlu menjadi perhatian, yaitu Pavement Classification Number (PCN) atau kekuatan runway maupun taxiway harus sesuai dengan standar. Karena biasanya armada pesawat yang digunakan untuk penerbangan haji menuju ke Mekkah maupun Madinah adalah jenis pesawat berbadan lebar (wide-body) seperti Boeing 777 atau Airbus A330. Untuk di Bandara Radin Inten II sendiri rencananya akan menggunakan pesawat Airbus A330. Badan pesawat serta berat Airbus A330 lebih besar daripada pesawat jenis narrow-body yang biasa kita jumpai di Bandara Radin Inten II seperti Boeing 737 maupun Airbus A320. Beratnya lebih dari 200 ton, dengan daya tampung 360 penumpang, termasuk kru kesehatan, kabin pesawat, ditambah bagasi, dll dan juga dibutuhkan jumlah avtur yang lebih banyak agar bisa terbang hingga ke Arab Saudi; maka kualitas dari runway maupun taxiway juga perlu diperhatikan.

Kelebihan dari embarkasi haji langsung adalah para jamaah haji dapat langsung terbang dari Lampung menuju ke Arab Saudi, tanpa transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. “Tapi kita optimis, di tahun 2021 nanti emberkasi penuh bisa terwujud, karena obrolan kemarin sudah semakin mengerucut,” imbuhnya. Dan harapannya agar alat ILS tersebut dapat segera dipasang oleh pihak AirNav.

Diketahui jumlah jamaah calon haji asal Lampung yang berangkat menunaikan ibadah haji setiap tahunnya selalu bertambah. Berdasarkan kuota yang diperoleh, pada tahun 2020 jumlah jamaah calon haji Provinsi Lampung yang akan diterbangkan ke Tanah Suci sebanyak 7.445 Jamaah dengan penerbangan sebanyak 22 kloter.