KA Penumpang Lampung Sementara Masih Berhenti Beroperasi Hingga Akhir Agustus 2020

BANDAR LAMPUNG (sscilampung.com) : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang memperpanjang kembali pembatalan operasional untuk seluruh rute kereta api penumpang di Lampung setidaknya hingga 31 Agustus 2020 atau sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan tersebut mengikuti Peraturan Presiden dan Keputusan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020, tentang Larangan Mudik Lebaran dan Pengendalian Transportasi. Langkah ini juga sebagai cara untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Walaupun aturan larangan mudik-balik lebaran 2020 tersebut telah berakhir sejak 7 Juni 2020, namun saat ini PT KAI Divre IV tidak memiliki rencana menjalankan KLB penumpang seperti di Pulau Jawa.

Sebelumnya sejak 25 April 2020, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang memberhentikan operasional seluruh rute kereta api penumpang di Provinsi Lampung.

Seluruh rute kereta api di Lampung yang sementara ini berhenti beroperasi adalah sebagai berikut:

  • KA Sriwijaya (S1/S2) tujuan Kertapati Palembang dan sebaliknya, sebelumnya hanya batal sampai 30 April 2020, diperpanjang hingga 30 Juni 2020/UFN.
  • KA Kuala Stabas (S7-S10) tujuan Baturaja dan sebaliknya, sebelumnya hanya batal sampai 16 Mei 2020, diperpanjang hingga 30 Juni 2020/UFN.
  • KA Rajabasa (S13/S14) tujuan Kertapati Palembang dan sebaliknya, dibatalkan mulai 25 April 2020 hingga 30 Juni 2020/UFN.

Namun apabila KA penumpang telah kembali beroperasi, berikut adalah panduan New Normal selama melakukan perjalanan dengan kereta api yang dianjurkan oleh PT KAI:

  1. Pada pedoman New Normal ini, nantinya pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online yaitu Aplikasi KAI Access, Website Resmi KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Sedangkan loket hanya difungsikan untuk pembelian go show (tiga jam sebelum jadwal Keberangkatan).
  2. Saat memasuki area stasiun masyarakat diwajibkan untuk memakai masker dan bersuhu tubuh kurang dari 37,3 derajat Celsius.
  3. Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.
  4. Selama perjalanan, selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI. Face Shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.
  5. Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta tiap 3 jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala COVID-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.