Ada Seni Khas Lampung di Negeri Kincir Angin

BANDAR LAMPUNG (sscilampung.com) : Di pintu masuk stasiun pusat kota Amsterdam yang dilewati puluhan ribu orang setiap harinya, ada instalasi seni dengan gaya dari Nusantara Indonesia. Dan siapa sangka kalau di sana ternyata ada seni khas dari Lampung?

Adriansyah Yasin Sulaeman (@adriansyahyasin), mahasiswa urban-planning Universitas Breda, Belanda asal Indonesia; penggiant transportasi di Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), dan juga salah satu forumer SkyscraperCity Indonesia (SSCI); berkesempatan untuk melihat langsung karya seni tersebut di Amsterdam Centraal Station, Belanda.

Nama karya seninya adalah Tulpen Palepai; navigating the river of the world, karya seniman asal Amsterdam, Jennifer Lee. Panjangnya sekitar 18 meter, karya seni ini dipasang mulai tahun 2017, dan selesai pada awal 2018. Dikutip dari situs Rijksmuseum, Tulpen Palepai ini adalah karya seni yang memadukan budaya Indonesia (Palepai, Motif Lampung) dan Belanda (Bunga Tulip) tentang emigran keturunan Indonesia ke Belanda tahun 1950an.

Palepai adalah salah satu motif kain tapis khas Lampung yang bercorak kapal Lampung; yang diartikan sebagai perjalanan hidup manusia hingga akhir hayatnya. Kapal juga merupakan bagian penting hidup masyarkat Lampung. Karena batas Provinsi Lampung sebagian besar dari selatan, barat, dan timur dibatasi laut. Dan di Lampung juga banyak sungai besar. Jadi setiap hari mereka menggunakan kapal sebagai sarana transportasi dan berdagang. Motifnya terdiri dari kapal, kemudian ada rumah, manusia, hewan, tumbuhan, berbagai macam tiang dan haluan, serta bentuk segitiga, dll.

Nah, jadi menarik kan kalau di luar negeri pun, kita bisa melihat seni khas-nya Lampung? Apalagi karya seninya dipasang di tempat keramaian; di mana setiap orang dapat melihat dan bisa mengapresiasi karya seni tersebut. Harapannya karya seni seperti ini juga bisa lebih diapresiasi juga di negeri sendiri, khususnya di Lampung; agar jangan mau kalah dengan negara lain.