Pasar Modern Pulung Kencana Tubaba, Salah Satu Pasar Tradisional Terunik di Indonesia

TULANG BAWANG BARAT (sscilampung.com) : Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) saat ini sedang berambisi mengubah Pasar Pulung Kencana lama yang pernah terbakar tahun 2018 lalu menjadi pasar tradisional dengan konsep yang berbeda dibandingkan pasar-pasar tradisional lainnya di Indonesia.

Dalam hal desain arsitektur; pembangunan Pasar Pulung Kencana yang baru dengan konsep modern ini melibatkan arsitek nasional ternama, Andra Martin, yang juga sebelumnya mendesain Islamic Centre Tubaba. Konsep pasar yang baru ini dirancang menjadi sebuah kawasan, yang masyarakat dapat menikmati konsep tradisional terintegrasi dengan beragam fasilitas terbaik.

Corak bangunannya bakal mengadopsi halaman Masjid Nabawi di Madinah.

Untuk kios pedagang didesain per segmen, seperti zona busana, zona elektronik, zona seluler, zona sayuran, dan zona hewan.

Luas lahannya mencapai 2 hektare, dengan total anggaran melalui dana PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 79,4 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor BUMN, PT Brantas Abipraya. Pembangunan telah dilaksanakan sejak awal groundbreaking pada Januari 2019 lalu.

Progres hingga Akhir April 2020 ini memasuki tahap detail kios pedagang.
Secara komprehensif pasar modern ini dibangun dengan betonisasi untuk bangunan struktur utamanya. Di tengah gedung pasar modern ini akan ada ruang terbuka hijau untuk mereduksi efek rumah kaca.

Kepala Dinas PUPR Tubaba, Iwan Mursalin mengatakan ada sedikit keterlambatan proses konstruksi. Untuk konstruksi beton seharusnya selesai pada tahun 2020, namun untuk segi arsitekturnya baru bisa selesai pada tahun 2021. Sehingga ditargetkan pasar modern ini akan beroperasi pada akhir tahun 2021 mendatang.